Kain Ihram Anak
Memiliki tekstur kain cukup tebal dan bisa untuk Umroh/Haji.
Klik untuk cek produk selengkapnya
Kain ihram merupakan pakaian yang harus dikenakan oleh orang-orang yang telah berniat untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Pada dasarnya, pakaian ini terdiri dari dua lembar kain (untuk laki-laki) tanpa jahitan yang dipakai untuk menutup aurat sebagian atas dan seluruh bagian bawah. Pakaian ihram menjadi wajib dikenakan jemaah laki-laki dan wanita saat hendak memulai ibadah haji dan umrah.
Sebagian jamaah haji karena kurangnya ilmu ada yang memakai kaos dalam, celana dalam, atau menutup kepalanya dengan topi atau pecis. Padahal mengenakan seperti itu terlarang saat berihram bagi kaum pria. Akan dibolehkan kembali setelah tahallul.
Mereka mengenakan pakaian ihram dalam waktu cukup lama, sekitar 28 hari, selama di Tanah Suci. Jamaah haji Indonesia umumnya mengambil niat haji tamatu, yakni menunaikan umrah wajib terlebih dahulu baru kemudian melaksanakan haji. Pakaian ihram sendiri bermakna pakaian yang dipakai oleh orang yang melakukan ibadah haji dan umrah dengan ketentuan.
Untuk pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua helai kain yang tidak berjahit. tidak boleh memakai pakaian yang berjahit, menutup kepala, dan memakai sepatu yang menutup mata kaki. “Sementara bagi wanita, tidak boleh memakai cadar atau penutup muka dan tidak boleh pakai sarung tangan,” ulas mamak sapaan akrab Dafril. Cara memakai kain ihram dan sabuk haji yang benar Kain ihram adalah salah satu perlengkapan yang harus disiapkan untuk beribadah haji/umroh.
Biasanya kain ihram dipakai satu paket dengan sabuk haji sebagai pengencang kain supaya tidak mudah kendur. Berikut adalah cara memakai kain ihram dan sabuk haji dengan benar. Tahallul dari ihram dalam ibadah haji bagi laki-laki dan wanita dilakukan setelah melontar jumrah Aqobah dan menggundul kepala bagi laki-laki atau memendekkan rambutnya, sedangkan bagi wanita hanya boleh memendekkan rambutnya.
1. Cara memakai kain ihram bagian bawah
Pasti kamu sudah bisa mengira, apakah cara memakai kain ihram mirip seperti kain sarung ? Ya betul, cara memakai kain ihram cukup mudah mirip seperti memakai kain sarung namun ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu menutup aurat terlebih dahulu dengan selembar kain sebelum memakai kain ihram.
Selain itu, disarankan juga bagi kalian memakai sabuk haji supaya dapat beribadah dengan makimal tidak perlu mengkhawatirkan jika kain ihram kendur tanpa harus memakai ulang. Pastikan juga lipatan kain ihram tertutup jangan sampai aurat terlihat saat duduk atau jongkok.
2. Cara memakai kain ihram bagian atas
Setelah memakai kain ihram bagian bawah, kamu bisa pakai kain ihram satunya untuk diselempangkan ke bagian pundak kanan dan kiri. Adapun ketika tawaf, lipatan kain ihram pada bagian pundak kanan dipindahkan ke bagian bawah ketiak agar pundak kanan dapat terlihat. (Kain Ihram Anak).










Ulasan
Belum ada ulasan.